Home » » Pelayanan Dinas Aceh Utara Masih Minim

Pelayanan Dinas Aceh Utara Masih Minim

Written By Huinestfend on Monday, 27 January 2014 | 18:00

Menurut Wakil Bupati Aceh Utara, Drs. Muhammad M Kes pejabat di jajaran dinas kabupaten setempat masih enggan melaksana tugas secara maksimal.
Muhammad Jamil juga mengatakan pejabat disuatu instansi pemerintah itu kurang peka menanggapi aspirasi rakyat. "Dinas saya lihat bekerja jika disuruh. Padahal dinas tidak seharusnya berpangku tangan dibawah meja, tapi harus respon keluhan masyarakat," katanya disela-sela pertemuan dengan masyarakat tani kebun pisang di Balai Desa Kecamatan Langkahan Aceh Utara, Selasa (21/01).

Wakil Bupati juga mengesalkan kinerja dinas yang hanya mencari muka, pasalnya secara terang-terangan kepada pejabat pejabat pemerintahan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak)  Aceh Utara mengecam kinerjanya yang bobrok, dihadapan ratusan masyarakat petani pisang saat melaksanakan sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit pada tanaman pisang.

Sejauh ini lanjut Wakil Bupati, Pemerintah Aceh Utara sudah mengupayakan maksimal untuk membangun perekonomian masyarakat. Namun, dinas terkait masih belum memiliki cukup data tertentu untuk merancang program. "Kinerja dinas tidak terpecaya, kita harapkan untuk kedepan pejabat-pejabat dinas di Aceh Utara bekerja penuh dengan tanggung jawab dan memenuhi aspirasi masyarakat,".

Distanak untuk kedepan ini memiliki banyak program untuk menumbuh kembangkan pereokononian masyarakat Aceh Utara. "Dibidang pertanian jagung Aceh Utara sudah melaksanakan MoU  dengan Pokpan Jagung di. Bibit sudah disedikan bibit dan pupuk gratis, mulai besok sud begitu juga pupuk secara gratis," tukasnya.

Dikatakan dua perusahan besar kerjasama dengan Acut yakni Jepan dan Pokpan merupakan investor pertama yang bersedia bekerjasama dengan pemerintah setempat. "Perusahaan yang bersangkutan akan menyediakan seberapapun kebutuhan bibit bagi petani," tambahnya.

Mengenai penyakit pisang di Aceh Utara, khususnya Langkahan yang merupakan penghasil pisang terbanyak kabupaten itu, telah terjangkit penyakit yang disebut Penyakit Darah dan virus Fusarium mematikan sejak 5 Tahun terakhir. Ironisnya dinas belum sekalipun meninjau lokasi pertanian terkait. Sebagaimana penyampaian petani kepada Wabup dalam pertemuan tersebut.

"Potensi lahan perekonomian di Aceh Utara sangat besar untuk dimanfaatkan. Langkahan pusat sumber bahan baku pisang Aceh Utara dan juga penghasil pisang Sale yang merupakan Icon Aceh Utara. Sekarang bahan baku telah habis, tidak lagi hanya berbicarakan icon. Dinas kita harapkan berkerjasama terhadap program ini," tutup Muhammad Jamil.(EN)

0 comments :

Post a Comment

Kebebasan yang kami berikan adalah komentar pengunjung tidak terbatas, selagi menghormati SARA. kesan dan saran sangat kami butuhkan, karena melalui media blogspot ini, pengguna bermaksud ingin memberikan apa-pun informasi yang harus diketahui publik. atas kunjungannya, pengguna ucapkan terima kasih....

Popular Posts