Home » » Kunjungi Kawasan Pesisir Seunudon, Farhan Hamid Akui Ekonomi Masyarakat Aceh Masyarakat Aceh Masih Labil

Kunjungi Kawasan Pesisir Seunudon, Farhan Hamid Akui Ekonomi Masyarakat Aceh Masyarakat Aceh Masih Labil

Written By Huinestfend on Tuesday, 18 February 2014 | 18:06

Dr Ahmad Farhan Hamid 
Kunjungan kerja ke pesisir pantai Seunudon, Aceh Utara pada Kamis (13/02) kemarin, Dr Ahmad Farhan Hamid Ms mengakui pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh masih labil, namun di Aceh masih berpotensi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.

Didampingi istri tercinta, Ir Hj. Ferri Soraya MSiE caleg DPR RI DP 2 Aceh partai amanat nasional (PAN), dalam menghadiri kunjungan kerja sekaligus menghadiri undangan masyarakat kecamatan pesisiran tersebut, Ahmad Farhan Hamid menjumpai beberapa hal yang harus dibenah dalam menumbuh kembangkan ekonomi rakyat. 

Diantaranya, ia mengamati langsung sejumlah petani cabe di Desa  Lhok Pu Uek kecamatan itu. Disana ia melihat hasil cabenya menuai hasil yang bagus dengan harga yang mampu menjangkau kebutuhan ekonomi masyarakat itu sendiri yaitu Rp. 25.000 per kilogramnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan Hamid juga bertatap muka langsung dengan wajah-wajah para nelayan Lhok Pu Uek yang sekaligus menjadi petani. Dihadapannya, Caleg DPD RI pada pemilihan legeslatif 2014 mendatang ini tersebut menyaksikan langsung hasil panen cabe sebanyak 650 kilogram.

“Kita melihat masyarakat ingin membangun usaha tapi kekurangan modal, kedepan kemungkinan kita akan membentuk kelompok tani agar memudahkan pemerintah dalam menyalurkan dana bantuan, tentunya masyarakat konsisten dalam hal ini,” kata Farhan Hamid.


Selain itu, Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) juga telah berperan besar di Aceh yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan. “Program ini sudah berjalan, namun membutuhkan waktu juga, karena masyarakat harus diberikan penyuluhan,” ujarnya.

Anggaran KUR yang sudah tersalurkan ke Aceh menurutnya sudah mencapai setengahj triliun lebih melakui perbankan Indonesia. Jenis pinjaman dari 0 hingga Rp. 20 juta tanpa disyarati anggunan, namun diatas Rp. 20 juta harus ada borok atau anggunannya.

“Sejauh ini pemerintah sudah menyalurkan KUR ini sebesar setengah Triliun lebih dengan nasabah sebanyak 48.000 lebih yang memamfaatkan modal usaha tersebut,” jelas Farhan

“Kita bisa memfasilitasi masyarakat, jika peminjam modal mau memanfaatkan modal usaha ini,” pungkasnya.(EN)

Sumber : Beritalima.com

0 comments :

Post a Comment

Kebebasan yang kami berikan adalah komentar pengunjung tidak terbatas, selagi menghormati SARA. kesan dan saran sangat kami butuhkan, karena melalui media blogspot ini, pengguna bermaksud ingin memberikan apa-pun informasi yang harus diketahui publik. atas kunjungannya, pengguna ucapkan terima kasih....

Popular Posts