Satu kasus yang terjadi di Desa Matang Teungoh kecamatan Langkahan terkait nasib ibu muda yang sempat melahirkan dibawah tangan bidan PTT yang ditugaskan di desa itu. Dianggap kurang professional, ia tidak mampu berikan pelayanan maksimal. Empat hari paca melahirkan, Heriyati (26) tidak bisa buang air kecil, disebabkan kemaluannya sobek melebar dan selama itu tidak dibersihkan oleh petugas medis setempat, sehingga nyaris membusuk.
Warga setempat mengaku lebih memilih bidan kampung atau yang biasa disebut Mak Dukun alias Mak Buleuen yang telah puluhan tahun lalu membantukan melahirkan perempuan-perempuan di daerahnya. “Kami lebih nyaman sama Mak Dukun, kami bukan tidak percaya medis, tapi kami takutkan kinerja petugasnya yang kurang bertanggung jawab,” ujar Sulasmi (20), Adik ipar pasien, Heriyati kepada wartawan, Kamis (30/01) dirumah pasien.
Ibu satu anak itu mengungkapkan beberapa keganjilan menjelang dan pasca Heriyati melahirkan, berikut tidak mendapatkan pelayanan maksimal. “Mak Buleuen lebih mengerti dari pada petugas bidan itu, kapan saatnya kakak saya harus melahirkan, tapi si Bidan justru memaksakan bayi itu lahir,” lanjutnya.
“Memang orang dulu melahirkan tidak perlu dipaksakan, konsepnya orang-orang tua sekarang menunggu air pasang, jika tidak jam ini, nanti bahkan sampe besok, yang jelas melahirkan itu menunggu air pasang,” kata Ishak (55) warga setempat, mengaku mengetahui pengalaman tersebut atas diri pribadinya.
“Jika udah sampai saatnya, bayi itu akan keluar tanpa dipaksa, tidak pernah terjadi yang namanya Caisar,” tutupnya.(EN)
Sumber : Beritalima.com
0 comments :
Post a Comment
Kebebasan yang kami berikan adalah komentar pengunjung tidak terbatas, selagi menghormati SARA. kesan dan saran sangat kami butuhkan, karena melalui media blogspot ini, pengguna bermaksud ingin memberikan apa-pun informasi yang harus diketahui publik. atas kunjungannya, pengguna ucapkan terima kasih....