Home » » Anggaran Terus Didesak Agar Disetarakan

Anggaran Terus Didesak Agar Disetarakan

Written By Huinestfend on Tuesday, 11 February 2014 | 13:41


Banda Aceh | Keresahan dan kecemasan terhadap kelangsungan pendidikan agama terus dipertanyakan oleh tokoh-tokoh masyarakat di Aceh, bahkan lembaga pemantau perkembangan Aceh seperti Lembaga Acheh Future terus mendesak pemerintah agar anggaran pendidikan itu segera diselenggarakan setara dengan pendidikan sekolah.


Pertemuan Penting Keagamaan
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh, Abi Ibnu Hajar didampingi lembaga Acheh Future mengujungi salah satu Dayah Salafi Aceh, Bustanul Huda, Paya Pasi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu (08/02).



Kunjungan tersebut bertujuan untuk  meninjau kondisi pendidikan dayah di Aceh Utara dan Aceh Timur, hal itu tak lepas juga dari laporan lembaga yang bersangkutan. Di sebuah CafĂ©, Chawan Kupi/Ayam Lepas, di pinggir jalan Negara, Madat, Aceh Timur, Abi Ibnu Hajar yang juga sebagai pimpinan dayah  Darutthaibah, Batee Lhee, Lhoksukon, Aceh Utara bersama Razali Yusuf,  Abi Hamidi dan rekannya mengatakan baru saja berkunjung ke kediaman Abu H Muhammad Ali pimpinan Dayah Bustanul Huda, Paya Pasi.



Anggota DPR Aceh tersebut mengakui pendidikan dayah di Aceh sangat terpuruk, hal itu mencakup semua sisi di bidang pendidikan agama ini. “HUDA (Himpunan Ulama Dayah Aceh-red) juga sudah merekomendasikan program usulan anggaran pendidikan agama ditingkatkan, permohonan itu sudah diterima oleh Pemerintah Aceh tinggal realisasinya saja,” Kata Abi Batee Lhee, Ibnu Hajar.



Sementara itu katanya lagi, Abu H Muhammad Ali pun mendukung program yang diperjuangkan oleh lembaga Aceh Future. Melalui Abi Batee Lhee, Abu Ali (sapaan akrab Abu H Muhammad Ali) mengharapkan penambahan anggaran pendidikan agama bisa terwujudkan.



“Meskipun anggaran dayah sudah ditingkatkan, kita sangat berharap agar anggaran pendidikan sebesar 20 persen itu dibagikan sama,” tukas Abi Batee Lhee.



Alasannya, kondisi dayah ataupun balai pengajian desa belum diperhatikan. Ironisnya, bangunan yang digunakan sebagai tempat belajar murid-murid ngaji, masih sangat sederhana dan termakan usia. “Kita sangat prihatin juga dengan nasib guru pengajian, sebagian kecil dapat honor sebesar Rp. 250.000 perbulannya dan sebagian besarnya nol,” tambahnya.



Hal yang  senada juga disampaikan Abi Hamidi, putra almarhum Abu Abdul Samad, pimpinan Dayah Tanjoeng Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. “Sangat kita sayangkan guru pengajian, sehari empat kali mengajar. Kita pernah usulkan 24 orang guru aktif, sedangkan dikabulkan 5 orang, selebihnya harus cari rezeki sendiri,” ujar Abi Hamidi seraya mengharapkan pemerintah agar segera anggarkan jerih guru. “Terutama ekonomilah yang paling kita harapkan ditingkatkan,”.



Razali Yusuf selaku ketua Lembaga Acheh Future mengatakan banyaknya keluhan para tokoh ulama tentang perkembangan pendidikan agama di Aceh. “Dayah udah seharus di sejahterakan, anggaran pendidikan ini harus segera dikabulkan oleh pemerintah Aceh,” pungkas Razali Yusuf.(EN)

Sumber : Beritalima.com

0 comments :

Post a Comment

Kebebasan yang kami berikan adalah komentar pengunjung tidak terbatas, selagi menghormati SARA. kesan dan saran sangat kami butuhkan, karena melalui media blogspot ini, pengguna bermaksud ingin memberikan apa-pun informasi yang harus diketahui publik. atas kunjungannya, pengguna ucapkan terima kasih....

Popular Posts