Susahnya mengawasi pembangunan
proyek
di Aceh Utara, selain berlaku peraturan pembangunan
proyek
tak harus memiliki plang nama juga susah
menmdapatkan
informasi data yang akurat.
Salah satu proyek
di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN1) Tanah Jambo Aye, Kabupaten
Aceh Utara tidak memiliki papan
nama (plang
nama) proyek.
Terlihat pembangunan proyek yang diduga
ruang kelas baru (RKB) sebanyak tiga unit dalam satu deretan, dibangun oleh pihak
sekolah diantara pepohonan
penghijauan
sekolah yang tentunya lumayan tertutup atas pengawasan,
karena letaknya juga di bagian belakang sekolah.
Dari tukang yang sedang
mengerjakan pembangunan proyek tersebut
mengatakan proyek itu dikerjakan oleh kepala
sekolah yang bersangkutan. “Ini bapak kepala
sekolah yang mengerjakannya, tapi kita lihat royeknya
bagus,” kata tukang yang tidak bersedia menyebutkan namanya tersebut.
Kepala
sekolah SMA N1 Tanah Jambo Aye, Jalaluddin M. Pd yang beberapa
kali dihubungi Beritalima.com belum sempat menjawab
wartawan terkait detail pembangunan RKB tersebut
dengan alasan sibut mempersiakan peringatan
HUT RI.
Senin (11/8) Jalaluddin
yang ditemui disekolahnya juga belum bisa dikonfirmasi jelas terkait sumber
anggaran, masa kontrak dan rekanan yang melaksanakan proyek.
“Mau konfirmasi mana lagi, ne lagi sibuk memersiapkan kegiatan
jelang 17 san,” katanya. “Nggak ada masalah, jika ada nanti hubungi saya,”
tukasnya ringkas, seraya melangkah keluar.
Guna konfirmasi lebih
lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
(Disdikora) Aceh Utara, Razali S. Pd yang dihubungi wartawan memalui nomor telephone
genggam biasanya tidak pernah aktif.
Beritalima.com

0 comments :
Post a Comment
Kebebasan yang kami berikan adalah komentar pengunjung tidak terbatas, selagi menghormati SARA. kesan dan saran sangat kami butuhkan, karena melalui media blogspot ini, pengguna bermaksud ingin memberikan apa-pun informasi yang harus diketahui publik. atas kunjungannya, pengguna ucapkan terima kasih....